Updated : Oct 10, 2020 in Olahraga

Kontribusi Lebih Penting dari Jati Diri Makan Konate

Makan Konate resmi diperkenalkan sebagai pemain baru Persebaya Surabaya pada 16 Januari lalu. Dikutip dari dominoqq Ia bergabung dengan Persebaya setelah dibebaskan dari Arema FC. Tak perlu diragukan lagi, pemain Mali di Liga 1 ini tak perlu dipersoalkan, ia adalah pemain asing yang sering sekali membahayakan gawang lawan.

Ia merupakan pemain utama tim Persib Bandung yang menjuarai Liga 1 pada musim 2014 dengan torehan 13 gol dalam 28 pertandingan. Konate membela tim Malaysia saat Indonesia dikeluarkan dari FIFA. Ia kembali ke Indonesia untuk membela Sriwijaya pada musim 2018 dengan 13 gol dalam 28 penampilan. Musim lalu, giliran Arema FC yang mendengarkan kontribusi nyata Konate. Pemain berusia 28 tahun itu berhasil mencetak 16 gol dan 11 assist dalam 33 pertandingan. Ia juga memiliki gelar sebagai gelandang terbaik dari APPI atau Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia di ajang Indonesia Soccer Awards (ISA) 2019.

Hal yang perlu dipertanyakan bukanlah kualitas Konate, tapi siapa dia. Persib dan Arema merupakan tim dengan persaingan yang tinggi, sehingga kini mereka membela Persebaya yang juga merupakan rival Arema. Nampaknya dia hanya perlu bergabung dengan Persia agar lebih menjadi fan talk Indonesia.

Bonek mungkin akan sedikit sinis saat Konate didatangkan oleh rivalnya dari Jawa Timur. Namun, hal tersebut tidak penting mengingat kontribusi Konate untuk Persebaya selama ini. Kontribusi nyata Konate mendorong Persebaya menjuarai kompetisi pramusim.

Konate berhasil mencetak tiga gol dan tiga assist di Piala Gubernur Jawa Timur. Tiga golnya tampaknya mencakup semua keterampilan yang dia mampu. Gol pertama ke gawang Madura berawal dari menggiring bola untuk menyalip lawan dan membuka jarak tembak. Sepak bola jarak jauh yang dilepaskannya akhirnya membuahkan gol.

Juga di pertandingan yang sama, Konate kembali mencetak satu gol dalam satu atau dua kombinasi dengan David Da Silva. Mereka berdua terlihat memiliki chemistry yang baik sehingga bisa bekerja sama untuk membongkar pertahanan lawan. Dia mencetak gol ketiga di puncak melawan Persia. Meski sepakannya ke arah Shahar Ginanjar gagal memblok bola, pergerakannya ke area penalti mengejutkan pertahanan Persia.

Konate banyak bekerja sebagai penyerang hole, yang merupakan pemain yang beroperasi di antara lini tengah dan lini depan. Peran Konate adalah menghubungkan kedua jalur tersebut agar serangan mengalir dengan baik. Konate dengan rajin memungut bola dan selalu berusaha mencari teman di tempat yang lebih tinggi untuk pengembangan serangan.

Kepindahan Konate ke lini tengah menciptakan dilema bagi gelandang lawan. Jika mereka meninggalkan Konate, Konate akan dengan mudah memasukkan bola ke ruang kosong. Namun jika sang gelandang terus mendorong Konate ke tengah, ia akan menyisakan ruang yang bisa dimanfaatkan Da Silva.

Konate juga sangat mampu menangkap gastritis, terutama saat Persebaya melancarkan serangan balik. Ia mampu melepaskan umpan langsung dari perut dari daerahnya sendiri yang kemudian disebarkan oleh penyerang. Gol keempat Persebaya ke gawang Madura berawal dari umpan Konate untuk Da Silva.

Di laga pembuka Liga 1 melawan Persik Kediri, Konate tak berhasil membawa Persebaya meraih tiga poin, bahkan serangan Persebaya tak berjalan mulus di babak pertama. Meski begitu, Konate meningkatkan performanya di babak kedua. Ia berhasil menjembatani celah antara lini tengah dan lini depan serta mendistribusikan bola dengan cukup baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *