Updated : Nov 22, 2020 in Lain Lain

Cara Menentukan Trailing Stop Untuk Sistem Forex Sempurna

Tahukah Anda apa itu trailing stop? Istilah ini dikenal sebagai instrumen yang mengacu pada MT4 saat belajar trading, intinya adalah membuat stop loss bergerak secara otomatis. Meski fungsinya untuk mengamankan keuntungan, penggunaan trailing stop tetap bisa mendatangkan pro dan kontra yang kontroversial. Bagaimana ini bisa terjadi? Karena trailing top hanya bisa efektif jika digunakan di pasar yang trendi.

Jika dipaksakan ke keadaan lateral, trailing stop bisa meningkatkan risiko stop loss lebih cepat. Selain itu, jika Anda ingin berhenti, Anda tidak dapat melakukannya secara sembarangan. Karena meskipun aplikasi diterapkan di pasar yang sedang tren, penggunaan trailing stop ini dapat dipicu lebih cepat karena pergerakan korektif yang tidak stabil (gerakan yang berbalik arah).

Masalah yang biasanya menyebabkan sindrom dilema trailing stop adalah karena kebingungan dalam pengaturan trailing stop. Harus 15 poin, 20 poin atau Anda harus menunggu hingga ada konfirmasi untuk melanjutkan tren dengan sinyal indikator.

Cara Menentukan Trailing Stop Terbaik

Anda dapat mengatur stop trailing berdasarkan strategi, manajemen risiko, atau volatilitas pilihan Anda. Saat mengacu pada strategi, Anda harus melihat validasinya saat tren berlanjut. Namun jika Anda memperhatikan fluktuasi, Anda dapat menggunakan indikator pengukuran. Anda juga harus memperhatikan bahwa trailing stop hanya berfungsi secara otomatis saat platform perdagangan online. Oleh karena itu, jika MT4 telah ditutup dan tidak dapat digunakan lagi, trailing stop mungkin menjadi tidak aktif dan tidak dapat menjalankan fungsinya. Berikut cara menyetel trailing stop:

PENGGUNAAN PANDAN SWING

Trailing stop adalah cara yang bisa dilakukan tanpa bantuan petunjuk dengan mudah. Pada dasarnya dengan terus menggunakan trailing stop di trending market, stop loss akan lebih terdorong saat pergerakan harga telah mengkonfirmasi kelanjutan tren tersebut. Dengan kata lain, Anda dapat menggunakan titik ayunan yang merupakan titik perubahan gelombang koreksi.

Untuk menentukan trailing stop, gunakan titik ayunan, meskipun tren turun mungkin menunjukkan tren turun yang signifikan, akan ada koreksi hentikan setelah harga tinggi gagal saat menembus level ayunan tinggi sebelumnya. Ini dapat digunakan sebagai posisi berhenti di belakang. Anda dapat mencoba menempatkan trailing stop beberapa pips di atas titik ayunan.

Sedangkan pada uptrend, Anda bisa menemukan swing point di bagian harga rendah. Metode ini digunakan untuk mengetahui apakah substitusi uptrend telah dikonfirmasi oleh harga rendah yang berada di atas harga terendah sebelumnya. Untuk penempatannya, Anda bisa mengambil bibit di bawah titik ayun.

MENGGUNAKAN indikator MA (MOVING MEDIA)

Saat menentukan trailing stop menggunakan indikator MA, hal utama yang harus dilakukan sebenarnya tidak ada bedanya saat mencari titik ayunan. Namun penggunaan metode MA sedikit lebih selektif karena hanya menggunakan swing point untuk menguji garis indikator. Dengan kata lain, tanda-tanda berlanjutnya tren dapat dikonfirmasi dengan lebih jelas. Parameter dan jenis MA dalam situasi ini dapat disesuaikan menggunakan opsi masing-masing trader.

PENENTUAN TANDA SAR PARABOLIK

Indikator lain yang dapat digunakan untuk menentukan stop trailing adalah Parabolic SAR. Sinyal parabola yang diketahui digunakan untuk mengetahui di mana titik masuk dan keluar. Karena itu bisa membantu memberi sinyal perubahan arah tren. Namun belum banyak trader yang mengetahui bahwa titik sinyal indikator ini bisa dijadikan sebagai penentu trailing stop.

Cukup gunakan sinyal Parabolic SAR sebagai panduan untuk menentukan posisi trailing stop yang ideal. Karena sinyal indikator ini dapat terbentuk setelah penutupan harga, maka sinyal tersebut dapat menjadi informan untuk melanjutkan trend yang dapat diandalkan jika selama titik indikator tersebut masih pada posisi yang sama dengan arah entry.

Saat trend harga bergerak cepat, Anda bisa menggunakan indikator Parabolic SAR dan moving average. Ketika harga akhir dikoreksi dan kembali ke posisi aliran utama, titik Parabolik akan kembali ke posisi semula. Inilah yang digunakan untuk merekomendasikan trailing stop.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *