Updated : Nov 06, 2020 in Lifestyle

Apa Itu Trading Dengan Momentum?

Trading forex sering kali dikaitkan dengan permainan jual beli mata uang asing yang membutuhkan tingkat akurasi yang tinggi. Selain berhati-hati, setiap pemain juga perlu memahami berbagai istilah yang terdapat dalam dunia trading, misalnya trading. Dikutip dari berita Forex kedua hal ini yang paling mendasar dan perlu Anda pahami sebelum meluruskan, terutama dalam menentukan kapan harus membeli dan kapan harus menjual. Jadi, jika menurut Anda trading forex adalah kebetulan, maka itu adalah kesalahan besar.

Singkatnya, bisnis perdagangan forex bertujuan untuk mendapatkan keuntungan dari pertukaran nilai valuta asing yang mengambang. Namun, terlepas dari keuntungan yang didapat oleh pedagang, ada risiko seseorang jatuh miskin karena analisis yang buruk. Oleh karena itu, penting untuk memahami forex dengan cermat sebelum melanjutkan. Salah satunya, pahami apa itu tren dan momentum dan berdagang dengan momentum.

Poin referensi penting dalam trading yang harus dipahami adalah membeli saat harga naik dan menjual saat harga turun. Jelasnya analisa ini akan lebih kuat dan akurat jika diiringi dengan pemahaman pendukung seperti overbought-oversold, divergence dan sebagainya. Namun sesuai pembahasan topik kali ini yaitu untuk memudahkan kita akan membahas topik utama yaitu trend. Apa itu tren?

Pada dasarnya, tren adalah pergerakan harga dalam satu arah yang terjadi secara terus menerus selama periode waktu tertentu. Melalui gambar di atas, kita bisa melihat grafik yang menunjukkan trend ascending, descending dan alternating dalam range tertentu (sideways).

Seorang trader harus mengetahui dengan pasti situasi tren saat ini untuk mengambil posisi yang tepat. Bagaimana? Artinya, perhatikan indikator-indikatornya, seperti Moving Average, Parabolic SAR, Trendline dan lainnya. Selanjutnya mari kita bahas materi momentum berikut ini.

Nah, untuk memperkuat diskusi tentang tren, perlu dipahami momentumnya sampai batas tertentu. Jadi, momentum adalah kekuatan sebuah tren. Seorang trader seharusnya tidak hanya mengetahui trendnya, tetapi juga menentukan seberapa kuat momentum atau kekuatan trend tersebut.

Saat kita melihat tren naik, jangan terburu-buru untuk membeli. Sebabnya, beberapa saat kemudian trennya menurun sehingga menimbulkan kerugian. Jika Anda sudah membuka posisi jual dengan harga terendah atau membeli dengan harga tertinggi, kerugian Anda akan sangat tinggi. Oleh karena itu, memahami momentum sangat penting untuk memprediksi apakah suatu tren masih kuat atau lemah dan akan berbalik arah.

Kini muncul pertanyaan baru, yaitu bagaimana menentukan momentum trend. Memang materi ini tidak ada bedanya dengan momentum yang kita peroleh di kelas fisika SMA dan SMA. Lebih tepatnya, materi dalam hukum Newton 1 atau inersia yang menyatakan bahwa suatu benda akan tetap diam atau bergerak jika tidak ada gaya luar yang mempengaruhinya. Ketika sebuah benda terkena gaya luar, ia akan bergerak hingga efeknya menghilang dan berhenti.

Hal yang sama berlaku untuk tren harga momentum di pasar forex. Jika tren kehilangan pengaruhnya, harga tidak akan langsung berubah. Sebaliknya, harga akan terus mengikuti tren tetapi dengan momentum yang lebih lemah. Momentum yang lemah harus dilihat oleh para pedagang. Pasalnya, momentum tren ini berbeda dengan tren yang bisa dibaca langsung melalui grafik. Karena perdagangan tanpa membaca momentum berakibat fatal, penting bagi pedagang untuk mengetahui cara membaca tren kekuatan atau momentum; cukup kuat untuk melanjutkan atau sudah lemah, jadi akan ada perubahan arah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *